Minggu, 02 Agustus 2015

PENDAKIAN GUNUNG PRAU 2568 MDPL VIA PATAK BANTENG - DIENG JATENG

Tak terasa hampir 1 tahun JG absen menyajikan catatan pendakian di blog kami ini...rentang waktu yang cukup lama untuk membuat jari jemari  seolah kaku di atas screenpad tablet yang setia menemani melukiskan cerita indah pendakian bagi semua kawan pendaki. Baiklah ...segera saja kita mulai kisah perjalanan kali ini.

Jumat, 26 September 2014

PENDAKIAN GUNUNG ANDONG 1726 MDPL "SI MUNGIL YANG MENAKJUBKAN"

Setelah hampir 11 bulan lamanya Jaya Giri' vakum dr segala bentuk dan jenis petualangan akhirnya pada tgl 14 september 2014 kami berencana melakukan pendakian ke Gn Andong yang berada di Dsn Sawit Girirejo kec.Ngablak kabupaten Magelang Jawa Tengah.

Rabu, 03 September 2014

"ANCAMAN" DALAM SEBUAH PENDAKIAN

Ilustrasi Google image

Ada beberapa situasi yang setiap saat "mengancam" para pendaki di saat melakukan sebuah Pendakian. Ancaman ancaman tersebut bisa berasal dari dalam tubuh kita sendiri maupun karena faktor alam yang bila tidak di sikapi secara tepat tentu saja bisa mengakibatkan hal hak yang tidak di inginkan dan bahkan bisa menggagalkan sebuah Pendakian ...tentunya semua ini tidak kita inginkan bukan ??

Hal hal tersebut di antaranya adalah :

1. DEHIDRASI yaitu Defisit-nya kadar air yang berada dalam tubuh. Tubuh yang kekurangan air tentu saja menjadi lemah dan tak bertenaga, Dehidrasi juga dapat menurunkan suplai oksigen ke dalam otak, hingga seringkali korban akan mengalami pingsan atau hilang kesadaran.
Tips Antisipasi :  Minum air secara teratur dan Persiapkan semaksimal mungkin persediaan air sebelum memulai Pendakian terutama di Gunung yang tidak memiliki Sumber Mata Air .

2.HIPOTERMIA yaitu menurun-nya suhu tubuh secara drastis, sehingga tubuh akan mengalami kedinginan, otot dan sendi juga akan terasa kaku. Hal ini bisa di akibatkan oleh beberapa faktor di antaranya Suhu udara yang teramat dingin, tubuh yang basah baik oleh keringat maupun air hujan, atau juga karena berkurangnya Kalori di dalam tubuh.
Tips Antisipasi : Gunakan jaket ataupun pakaian yang tebal dan hangat, dan gunakan Raincoat atau Mantel saat hujan ( walau tidak lebat ) .

3.KEPANASAN Atau Overheat, biasanya karena sengatan sinar matahari .Hal ini seringkali terjadi pada saat pendakian di musim kemarau. Hal ini juga salah satu faktor terjadinya Dehidrasi. Hingga bila tidak di cermati penderita bisa kehilangan kesadaran atau pingsan.
Tips Antisipasi : Lindungi tubuh dengan Payung saat berjalan di bawah terik Matahari dan mencari tempat yang teduh untuk beristirahat.

4.KELAPARAN atau Mal-Nutrisi yaitu Tidak tercukupinya tubuh oleh zat-zat yang di butuhkan baik itu Karbohidrat, vitamin, mineral dan juga air. Hal ini juga mengakibatkan metabolisme tubuh menurun dan stamina menjadi lemah .
Tips Antisipasi : Persiapkan dengan baik dan dalam jumlah yang cukup perbekalan , kalkulasi lamanya pendakian dengan perbekalan yang di butuhkan selama Pendakian. 

5.PENYAKIT KETINGGIAN atau ACCUTE MOUNTAIN SICKNESS (AMS) biasanya terjadi pada pendakian di atas 2400 Mdpl, namun juga bisa tergantung pada kondisi masing masing Penderita. Tanda tanda yang sering terlihat pada penderita AMS muka pucat, mual , penglihatan kabur dan limbung bila berjalan. Bila terjadi gejala seperti ini segera bawa penderita ke tempat yang lebih rendah.

Itulah beberapa "Ancaman" yang bisa terjadi dalam Pendakian . BerDoa sebelum memulai Pendakian, melakukan persiapan serta pengetahuan yang cukup setidaknya akan bisa untuk mencegah atau mengantisipasi terjadinya hal hal tersebut.

RESIKO MEMANG TIDAK BISA DI HILANGKAN NAMUN SETIDAKNYA BISA DI MINIMALKAN.  Selamat mendaki dan Semoga bermanfaat.


SALAM ALAM INDONESIA



Senin, 18 Agustus 2014

Hutan Lereng Gunung Lawu Kebakaran



Foto Ilustrasi

Bisnis.com, MAGETAN - Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu di perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah sejak beberapa hari terakhir, diduga dipicu oleh api unggun yang ditinggalkan oleh pendaki.

"Api unggun tersebut belum padam sempurna akhirnya api menjalar ke semak-semak dan meluas kemana-mana," ungkap Asper BKPH Lawu selatan, KPH Lawu Ds, Marwoto.
Menurut dia, titik kebakaran terdapat di petak 73, RPH Sarangan, BKPH Lawu Selatan, KPH Lawu Ds atau tepatnya di Pos 5 dari lima pos jalur pendakian melalui Cemoro Sewu di Plaosan, Kabupaten Magetan.

Kering dan panas membuat api cepat menjalar. Hingga kini fupaya pemadaman masih dilakukan Perhutani dan pihak terkait lainnya.

Dia menilai banyak faktor penyebab kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, antara lain keteledoran pendaki membuang puntung rokok sembarangan atau bekas perapian yang tidak dimatikan sempurna yang dapat memicu kebakaran.

Penyebab lainnya adalah faktor alam seperti akibat gesekan ranting kering yang bisa mengakibatkan titik api dan kebakaran.

Hingga kini, Perhutani KPH Lawu Ds masih menutup jalur pendakian Gunung Lawu, baik untuk jalur pendakian melalui pintu Cemoro Sewu di Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, maupun pintu Cemoro Kandang di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

"Jalur pendakian ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal itu demi keselamatan para pendaki sendiri," katanya.

Berdasarkan data Humas Perhutani KPH Lawu Ds, kebakaran besar pernah terjadi di kawasan hutan Gunung Lawu pada 2002, 2006,2009 dan 2012.

Sumber : Newswire
Editor Yusran yunus

PESAN MORAL BAGI KITA : JANGAN TINGGALKAN PERAPIAN SEBELUM PADAM, SERTA JANGAN MEMBUANG PUNTUNG ROKOK SEMBARANGAN.

SALAM ALAM INDONESIA

Jumat, 15 Agustus 2014

DIRGAHAYU INDONESIA-KOE


MERAH PUTIH TERUSLAH KAU BERKIBAR
DI UJUNG TIANG TERTINGGI
DI INDONESIA-KOE INI......

SALAM ALAM INDONESIA

MEEERDEEEEKAAA.......!!!!

Jumat, 23 Mei 2014

PENDAKIAN MERAPI KEMBALI DI BUKA ( STATUS GUNUNG DARI WASPADA KEMBALI KE AKTIF NORMAL)


Pendakian Merapi di kawasan Watu Gajah ( foto doc.JG )

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA --  Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menurunkan status aktivitas Gunung Merapi dari Waspada menjadi aktif normal pada Jumat (23/5) petang ini. 

Penurunan status ini dilakukan karena aktivitas vulkanik gunung terus mengalami penurunan dalan satu pekan terakhir.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Subandriyo mengatakan, dalam sepekan terakhir aktivitas kegempaan dari perut gunung tersebut terus mengalami penurunan.

"Suara dentuman maupun gemuruh juga sudah tidak terdengar, sehingga status kita turunkan menjadi normal," ujarnya.

Dengan penurunan status ini jalur pendakian Merapi kembali dibuka. Namun kata dia, pendaki hanya diperbolehkan sampai Pasar Bubrah atau satu kilometer di bawah puncak.

Meskipun status Merapi sudah diturunkan menjadi Normal, namun BPPTKG tetap mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) tetap waspada.

Red: Hazliansyah
Rep: Yulianingsih

Jumat, 16 Mei 2014

Kintamani Panorama Mempesona di Pulau Bali



Danau Batur

  Berwisata ke Pulau Bali seakan tidak akan lengkap tanpa obyek wisata yang satu ini.  Kintamani merupakan salah satu Obyek wisata Favorit di Pulau Bali, jalan yang berliku dengan pohon-pohon cemara di kanan kirinya membuat semakin indahnya panorama. Jalur menuju ke Kintamani kondisinya cukup baik dan terawat, hingga memudahkan siapa saja yang akan menuju objek wisata ini.