Selasa, 25 Februari 2014

KALI ADEM JOGJAKARTA



Kali Adem berada di lereng selatan Gunung Merapi, tepatnya di Wilayah Cangkringan-Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari kawasan Kali Adem ini pula kita dapat melihat Panorama Merapi dalam jarak yang sangat dekat. Udara yang bersih nan sejuk khas Objek Wisata di dataran tinggi akan menyapa siapa saja yang datang mengunjungi.






Salah satu objek Wisata kebanggaan warga Jogjakarta ini ramai di datangi oleh para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri terutama di akhir pekan dan di musim liburan.
Sebelum Gunung Merapi mengalami Erupsi di tahun 2006, Kali adem merupakan kawasan wisata yang sangat hijau akan pepohonan pinus serta cemara khas pegunungan. Namun semua berubah seketika saat Erupsi Merapi tahun 2006 terjadi. Banyak kerusakan terjadi akibat luncuran awan panas yang datang menerjang kawasan wisata Kali adem ini. 

Salah satu sudut Kali Adem setelah Erupsi tahun 2006

Erupsi tahun 2006 juga menyebabkan 2 orang relawan meninggal saat  berlindung di Bunker Perlindungan ketika awan panas menerjang kawasan Kali Adem dan sekitar-nya. Dinding Bunker yang kokoh dan tebal ternyata tak mampu meredam hawa panas Material merapi yang di perkirakan memiliki suhu  mencapai 500 derajat celcius.

Beberapa tahun kemudian Panorama Kawasan kali adem mulai menghijau kembali, tumbuhan yang semula kering terkena awan panas mulai tumbuh dan bersemi. Namun  di Bulan Oktober 2010 Gunung Merapi kembali mengalami Erupsi, bahkan erupsi di tahun 2010 ini konon merupakan erupsi terdahsyat Merapi dalam kurun waktu 70 tahun terakhir. Hal ini bisa terlihat dari luasnya daerah daerah yang di terjang awan panas Merapi. Luncuran Awan panas yang melanda beberapa desa di lereng selatan gunung Merapi memberikan perubahan yang luar biasa. Kawasan yang dulunya hijau  berubah menjadi hamparan gurun pasir dan bebatuan dalam berbagai ukuran. Erupsi tahun di tahun 2010 ini juga menyebabkan salah satu tokoh yang menjadi Juru Kunci Gunung Merapi yaitu Mbah Maridjan meninggal dunia.

Pohon Kelapa tanpa daun-nya

Kini setelah 4 tahun berlalu, kawasan wisata kali adem mulai bangkit kembali. Infra struktur yang ada juga telah di perbaiki. Warung-warung yang ada akan menyambut dengan ramah setiap wisatawan yang datang. Bahkan kini Kawasan Wisata kali adem ini juga memiliki komunitas Jeep yang bersedia mengantarkan para pengunjung yang ingin melihat dahsyatnya panorama pasca Erupsi Merapi tahun 2010, dengan tarif yang sepadan dengan sensasi yang akan di dapatkan para pengunjung yang datang.


Pasca Erupsi tahun 2010 di salah satu sudut kawasan wisata kali adem kini juga terdapat sebuah tempat yang di namakan kawasan material panas. Hal ini di sebabkan kawasan ini masih terdapat material vulkanik sisa erupsi 2010 yang berupa pasir dan bebatuan yang masih memiliki suhu yang cukup panas hingga saat ini. Hal ini cukup mengejutkan mengingat Erupsi yang terjadi sudah berlangsung 4 tahun yang lalu. Ya..ini-lah Merapi dengan segala Keindahan dan Fenomena-nya.





Salam Alam Indonesia






Tidak ada komentar:

Posting Komentar