Jumat, 28 Februari 2014

MUSEUM BENTENG VREDEBURG JOGJAKARTA

Lokasi: Kawasan Malioboro

Seperti yang sering di sampaikan Proklamator kita  Bung Karno "JAS MERAH" yang berarti JANGAN SEKALI-KALI MENINGGALKAN SEJARAH ada baiknya juga bila kita mengenal peninggalan sejarah yang ada di Bumi Pertiwi tercinta ini, salah satu di antaranya adalah Benteng Vredeburg.





Benteng Vredeburg terletak tepat di seberang Istana Kepresidenan Yogyakarta, bangunan ini merupakan salah satu bangunan yang menjadi wisata sejarah arsitektur di Kawasan Nol Kilometer atau tepat-nya di Jalan A. Yani kawasan Wisata Malioboro Yogyakarta. Bangunan ini dulu bernama Rusternburg ( tempat peristirahatan) dan dibangun pada tahun 1760. Bangunan Benteng Vredeburg diusulkan pihak Belanda melalui Gubernur W.H. Van Ossenberch dengan alasan menjaga stabilitas keamanan pemerintahan Sultan HB I. 
Pihak Belanda menunggu waktu 5 tahun untuk mendapatkan restu dari Sultan HB I untuk menyempurnakan Benteng Rusternburg tersebut. 
Benteng Rusternburg diarsiteki oleh Frans Haak. Kemudian bangunan benteng yang baru dinamakan Benteng Vredeburg yang artinya perdamaian.




Benteng Vredeburg ini memiliki denah berbentuk persegi dan menghadap barat. Sebelum memasuki pintu gerbang utama terdapat sebuah jembatan sebagai jalan penghubung utama arus keluar masuk Benteng Vredeburg. Ciri khas pintu gerbang ini bergaya arsitektur klasik Eropa (Yunani-romawi). Hal ini dapat dilihat melalui bagian tympanium yang disangga empat pilar yang bergaya doric. 

Sejarah kepemilikan Benteng Vredeburg adalah milik Kasultanan Yogyakarta, tetapi atas kepentingan Belanda maka benteng ini berpindah tangan pada Pemerintahan Belanda (VOC) dibawah pengawasan Nicolaas Harting, Gubernur Direktur Pantai Utara Jawa. Pada saat masih berfungsi sebagai benteng, bangunan ini dikelilingi oleh parit yang berfungsi sebagai pertahanan awal dari serangan musuh. Namun sekarang parit tersebut hanya tersisa di bagian depan gerbang utama dan hanya berfungsi sebagai drainase saja.

Sampai saat ini masih kita jumpai bastion yang berada di keempat sudut benteng. Keempat bastion itu diberi nama Jayawisesa (barat laut), Jayapurusa (timur laut), Jayaprokosaningprang (barat daya), dan Jayaprayitna (tenggara).Pada bagian dalam benteng terdapat bangunan yang disebut gedung Pengapit Utara dan Selatan. Bangunan ini pada mulanya diperkirakan digunakan sebagai kantor administrasi. Berdasarkan hasil penelitian bentuk asli, bangunan yang ada merupakan bentuk asli dengan ornamen gaya Yunani masa Renaisance.



Di jaman sekarang benteng ini telah beralih fungsi menjadi Museum, di mana kita akan mendapatkan banyak informasi tentang sejarah dari salah satu peninggalan di jaman perjuangan para pendahulu. Semoga bermanfaat...


Salam Alam Indonesia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar