Jumat, 16 Mei 2014

"SEDEKAH GUNUNG'' SEBUAH KEARIFAN LOKAL WARGA DI LERENG GUNUNG MERAPI


Tarian Tradisional Sedekah Gunung Merapi

Desa mawa cara-negara mawa tata adalah pemahaman sederhana dalam Budaya masyarakat Jawa pada umum-nya. Hal ini secara sederhana dapat di artikan Desa memiliki peradaban dan Negara memiliki peraturan.


Setiap wilayah atau lingkungan alam, memiliki tata dan cara masing-masing.
Beda masyarakat, berbeda pula adat istiadat, tradisi, dan budaya yang di miliki. Itulah makna kearifan lokal, yakni nilai luhur hasil hubungan manusia dengan lingkungan alamnya yang kemudian melahirkan kearifan dan kebijaksanaan. Sehingga di dalam nilai kearifan lokal terkandung kesadaran akan jati diri suatu bangsa. “Jati diri” yang meliputi karakter geografi, geologi, dan karakter sosialnya.

Bagi siapa yang lebih memahami “jati diri” tersebut, seseorang dapat bersikap lebih arif dan bijaksana dalam menjalani tata kehidupan  sebagai sebuah sikap untuk menjadi manusia yang tunduk patuh, dan selalu manembah kepada Tuhan Sang Pemberi Kehidupan.

Begitu juga halnya dengan masyarakat  di wilayah Gunung Merapi yang senantiasa menjaga adat istiadat serta Budaya yang telah di wariskan dari Para Leluhur sebagai sebuah pedoman yang  telah di miliki secara turun temurun.

Salah satu wujud pelestarian adat atau Budaya yg selama ini masih terus di jalankan oleh warga Merapi khususnya di lereng sebelah Utara tepatnya di desa lencoh - Selo Boyolali adalah Sedekah gunung merapi. 

Prosesi sedekah gunung Merapi di laksanakan di Joglo Merapi dan  di laksanakan bertepatan dengan Malam pergantian tahun dalam kalender Jawa atau yang lebih sering disebut malam 1 Suro atau 1 Muharram dalam penanggalan Islam, yang merupakan malam yang penting dan dianggap sakral bagi banyak warga yang hidup dalam pengaruh budaya Jawa. Di malam seperti ini, banyak wilayah di Jawa-Tengah maupun DIY yang menggelar berbagai jenis ritual atau upacara adat, termasuk juga warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi.

Salah satu prosesi dalam rangkaian sedekah gunung merapi adalah pemotongan seekor kerbau yang nantinya kepala kerbau itu akan di bawa ke puncak gunung merapi.

Selain mewarisi Budaya dari para leluhur, Sedekah Gunung Merapi mempunyai makna paling Utama yaitu ucapan syukur kepada Tuhan YME atas segala berkah yang telah di terima  dan juga permohonan Keselamatan agar terhindar dari segala mara bahaya .

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar